HUJAN
Oleh Dita Nur Aeni
Hujan mengetuk-ngetuk pintu jendela
Namun kudapati pintu kenangan yang terbuka
Kenangan tentang aku, kau dan hujan
Yang kini membeku bersama jutaan rasa
Hujan mengijinkanku untuk mengenangmu
Seolah semua kembali pada masa itu
Kala aku dan kau masih saling mencinta
Kala aku dan kau masih saling berbagi rasa
Masih ingatkah kau?
Saat kita kehujanan berdua
Saat kau beri jaketmu karena aku menggigil kedinginan
Dan saat kau berhasil menghangatkanku dengan dekapanmu
Hujan ini selalu mengingatkanmu
Hujan jua mengguyur luka yang tak kunjung sembuh
Membuatku basah kuyup oleh rindu
Kedinginan oleh keputusasaan takdir
Aku masih disini bersama hujan
Meski kau tak lagi ada
Meski tak ada lagi senyum yang membuatku tenang
Meki tak ada lagi dekapan
Aku masih disini bersama hujan
Terkurung membelenggu rasa
Rasa yang tak akan pernah sirna
Tersiksa karena rindu yang tak kunjung padam
Aku menyayangimu
Dan aku masih menunggumu disini bersama hujan
Oleh Dita Nur Aeni
Hujan mengetuk-ngetuk pintu jendela
Namun kudapati pintu kenangan yang terbuka
Kenangan tentang aku, kau dan hujan
Yang kini membeku bersama jutaan rasa
Hujan mengijinkanku untuk mengenangmu
Seolah semua kembali pada masa itu
Kala aku dan kau masih saling mencinta
Kala aku dan kau masih saling berbagi rasa
Masih ingatkah kau?
Saat kita kehujanan berdua
Saat kau beri jaketmu karena aku menggigil kedinginan
Dan saat kau berhasil menghangatkanku dengan dekapanmu
Hujan ini selalu mengingatkanmu
Hujan jua mengguyur luka yang tak kunjung sembuh
Membuatku basah kuyup oleh rindu
Kedinginan oleh keputusasaan takdir
Aku masih disini bersama hujan
Meski kau tak lagi ada
Meski tak ada lagi senyum yang membuatku tenang
Meki tak ada lagi dekapan
Aku masih disini bersama hujan
Terkurung membelenggu rasa
Rasa yang tak akan pernah sirna
Tersiksa karena rindu yang tak kunjung padam
Aku menyayangimu
Dan aku masih menunggumu disini bersama hujan