BAHASA LANGIT
Puisi Acep Zamzam Noor
Bernyanyilah dalam getar bunga-bunga
Atau duduk saja menghikmati malam
Mungkin angin akan datang menengokmu dengan kecemasan
Tapi yang ingin diucapkannya
Adalah nyanyian yang terpendam tahun-tahunmu
Bernyanyilah dalam selimut batu-batu
Atau mengembara dalam hujan kata-katanya
Sebab langit yang turun adalah sahabat bumi
Yang menyiram kebun-kebun asuhannya. Itulah bahasa
Tapi matamu telah buta membacanya
Showing posts with label Puisi Acep Zamzam Noor. Show all posts
Showing posts with label Puisi Acep Zamzam Noor. Show all posts
Serenada Oleh Acep Zamzam Noor
SERENADA
Puisi Acep Zamzam Noor
Sebuah senja yang kesumba, dan bumi
Berpayung mega-mega. Tak ada burung-burung di udara
Hanya kepaknya yang memanggil-manggil
Seakan lebih bisu dari bangku taman ini
Dan kita tertawa, tapi tertahan oleh cuaca
Yang memberat dan menekan. Kita pun tenggelam
Seperti sepasang bayang-bayang
Mengitari kelam dan dunia. Pada sebuah senja
Yang tak kita mengerti. Tapi kita hayati
Puisi Acep Zamzam Noor
Sebuah senja yang kesumba, dan bumi
Berpayung mega-mega. Tak ada burung-burung di udara
Hanya kepaknya yang memanggil-manggil
Seakan lebih bisu dari bangku taman ini
Dan kita tertawa, tapi tertahan oleh cuaca
Yang memberat dan menekan. Kita pun tenggelam
Seperti sepasang bayang-bayang
Mengitari kelam dan dunia. Pada sebuah senja
Yang tak kita mengerti. Tapi kita hayati
Rumah yang Terbuka Oleh Acep Zamzam Noor
RUMAH YANG TERBUKA
Puisi Acep Zamzam Noor
Jarum penglihatanku memasuki seluruh pori-pori
Dalam tubuhmu. Keindahan yang kugali sering menjelma api
Yang menyalakan sumbu urat-urat darahku
Aku memintal lagu sepanjang lorong rahasiamu
Untuk kunyanyikan diam-diam. Tanganku meraba ayat-ayat
Tapi setiap kunaiki tangga ke langit terjauh
Aku selalu ditenggelamkan sinar bulan
Mengupas kemolekanmu dengan pisau pikiran
Adalah sia-sia. Keindahan hanya bisa kurasakan getarnya
Seperti cinta yang membakarku tiba-tiba
Aku menggali cahaya dari kuburan-kuburan kenanganmu
Untuk kunyalakan dalam jiwa. Dengan kaki te***jang
Kumasuki rumah batinmu yang terbuka
Di lantai pualam aku bergulingan sepanjang malam
Puisi Acep Zamzam Noor
Jarum penglihatanku memasuki seluruh pori-pori
Dalam tubuhmu. Keindahan yang kugali sering menjelma api
Yang menyalakan sumbu urat-urat darahku
Aku memintal lagu sepanjang lorong rahasiamu
Untuk kunyanyikan diam-diam. Tanganku meraba ayat-ayat
Tapi setiap kunaiki tangga ke langit terjauh
Aku selalu ditenggelamkan sinar bulan
Mengupas kemolekanmu dengan pisau pikiran
Adalah sia-sia. Keindahan hanya bisa kurasakan getarnya
Seperti cinta yang membakarku tiba-tiba
Aku menggali cahaya dari kuburan-kuburan kenanganmu
Untuk kunyalakan dalam jiwa. Dengan kaki te***jang
Kumasuki rumah batinmu yang terbuka
Di lantai pualam aku bergulingan sepanjang malam
Subscribe to:
Posts (Atom)